PT Putra Damai Sentosa

Jasa Konstruksi Indonesia

Metode Montessori Membuat Anak Lebih Bebas Explorasi Diri

Ada berbagai macam metode di dunia pendidikan yang diaplikasikan guna mencapai tujuan pendidikan tersebut. Salah satu metode yang dianggap bisa membantu mengembangkan bakat dan karakter anak secara maksimal adalah metode Montessori. Tren sekolah dengan metode Montessori bisa menjadi pilihan bagi sebagian orang tua, apalagi jika kamu memiliki anak kecil. Metode ini sudah ditemukan kurang lebih 100 tahun yang lalu. Model pendidikan modern ini dinilai berbeda dengan metode pendidikan lainnya.

Aktivitas belajar dalam metode Montessori lebih mengembangkan pembelajaran melalui kegiatan kreatif yang menyesuaikan usia anak. Metode ini berfokus pada anak untuk dapat menemukan dan mengeksplorasi minatnya. Anak juga dibantu dalam berpikir kritis untuk memecahkan sebuah masalah. Kamu bisa simak ulasan mengenai metode Montessori, berikut dengan keunggulan dan prinsip penerapannya di bawah ini.

Apa Itu Metode Montessori?

Metode Montessori adalah metode pendidikan yang digagas oleh Dr. Maria Montessori di awal tahun 1900-an. Dia berpendapat bahwa tujuan belajar mandiri seharusnya mengembangkan rasa ingin tahu murid atau anak, kecintaan anak pada pengetahuan dan keinginan yang kuat anak untuk terus belajar dengan rajin.

Metode pendidikan satu ini bersifat child-centered atau student-centered, di mana aktivitas pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter masing-masing anak. Dengan begini, kemandirian dan keaktifan anak juga akan ikut berkembang dengan maksimal.

Ada beberapa ciri khas yang kamu bisa temukan dari metode pendidikan ini. Pada sekolah yang menerapkan metode Montessori, umumnya tersedia beragam pilihan aktivitas yang bisa dipilih oleh anak sesuai dengan keinginannya. Selain itu, guru sifatnya lebih menjadi pendamping, dengan aktif mengunjungi satu-persatu grup di dalam kelas, alih-alih hanya mengajar di depan kelas.

Keunggulan Metode Montessori

1. Fokus pada Anak

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, metode pendidikan ini sifatnya student-centered atau fokus pada siswa, sedangkan guru hanya sebagai pendamping dan fasilitator. Siswa akan mempelajari aktivitas atau hal yang disenanginya secara langsung dan independen, sehingga mereka bisa merasa senang dan nyaman saat belajar.

2. Mendukung Tiap Tahap Perkembangan Anak

Montessori fokus pada setiap tahap perkembangan anak hingga nantinya mereka nanti memasuki usia dewasa. Pada tiap tahap perkembangan inilah nantinya, anak memasuki periode di mana mereka akan mempelajari beragam skill dan aktivitas berbeda, guna mencapai tahap perkembangan selanjutnya. Dengan begini, maka mereka akan bisa mencapai progres yang luas biasa.

3. Mendukung Sosialisasi dan Kerjasama

Metode pendidikan satu ini tidak hanya sebatas mendukung aktivitas anak dalam mengembangkan skill kognitifnya saja, melainkan juga kemampuannya dalam bersosialisasi dan bekerjasama. Dalam kelas Montessori, siswa akan dibagi ke dalam beberapa kelompok yang isinya berbeda usia, kemudian diajak untuk bisa berkolaborasi dan saling membantu satu sama lainnya.

4. Belajar Menilai Diri Sendiri

Dalam kelas yang mengaplikasikan metode pendidikan ini, anak akan diajak untuk melakukan self-correction dan self-assessment alias penilaian atau koreksi atas dirinya sendiri. Anak akan diajak untuk menilai hasil kerjanya, mencari tahu di mana letak kesalahan, serta cara untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Dari sini, maka anak akan belajar dari pengalaman dan kesalahan tersebut.

5. Menyukai Proses Belajar

metode montessori Menyukai Proses Belajar
Menyukai Proses Belajar

Aktivitas belajar yang menyenangkan dan bisa disesuaikan dengan keinginan dan karakter masing-masing anak, membuat anak akan merasa enjoy saat belajar. Jadi, alih-alih merasa malas dan bosan saat masuk ke kelas, anak malah akan merasakan keinginan yang besar untuk bisa kembali lagi masuk kelas dan melakukan aktivitas lain yang menyenangkan. Seperti halnya ketika anak mempunyai minat menggambar, orang tua bisa memberikan perlengkapan menggambar agar anak lebih semangat untuk explorasi objek gambar.

Baca Juga! 7 Tips Jitu Menata Meja Belajar Anak Mampu Tingkatkan Fokus

Prinsip Utama Metode Montessori

  1. Metode ini mempercayai bahwa anak-anak harus dihormati. Alih-alih selalu tunduk pada perkataan guru, anak-anak bisa memilih untuk melakukan sesuatu sesuai keinginannya.
  2. Metode ini berprinsip kalau anak-anak terus belajar dari lingkungan di sekitarnya.
  3. Metode ini mempercayai kalau ada periode sensitif, yang mana di periode tersebut anak-anak lebih siap untuk mempelajari skill
  4. Metode ini berprinsip kalau lingkungan yang paling baik untuk belajar anak adalah lingkungan yang bisa memungkinkan anak untuk melakukan sesuatu untuk diri mereka sendiri.
  5. Metode ini mempercayai bahwa melalui lingkungan, inspirasi, dan bimbingan dari guru, anak akan bisa secara otomatis mendidik diri mereka sendiri.

Montessori merupakan salah satu metode pendidikan yang berorientasi pada anak atau siswa. Anak memiliki beberapa opsi aktivitas yang bisa mereka pilih, untuk nantinya mereka belajar dari aktivitas yang dilakukannya tersebut. Tidak hanya mengembangkan kemampuan kognitif, namun soft skill seperti kemampuan bersosialiasi hingga kerja sama juga bakal terasah lewat aktivitas tersebut. Sebagai orang tua kamu bisa mendukung proses belajar anak dengan furnitur meja belajar anak, kursi belajar, rak buku anak ataupun tempat belajar yang nyaman untuk anak. Kamu bisa menemukan berbagai furnitur untuk mendukung anak belajar hanya di